Sinopsis : Nakanai to Kimeta Hi episode 5 part-3
Sano duduk diam sendirian di ruang rapat tampak memikirkan sesuatu .
Sano ternyata tengah memikirkan apa yang di katakan oleh Kirino beberapa waktu lalu yang mengatakan jika Sano sebagai seorang kepala tim tak pernah melihat segala sesuatunya dengan tepat , dan betapa sulitnya untuk bisa melihat performa seseorang yang sebenarnya .
Sano melamun dengan surat pengunduran diri yang Miki berikan , Sano kembali mengingat Miki dan ucapan Kirino apakah Sano telah benar-benar melihat sosok Miki seperti apa .
Sementara itu Miki terdiam tampak berpikir di pinggir sungai dengan memikirkan banyak hal .
Di kantor makanan Italy Umezawa -san tengah melakukan acara perpisahan untuk Shiraishi dan mengucapkan terima kasih atas kerja keras Shiraishi selama ini , dan meminta semua orang bertepuk tangan untuk Shiraishi .
Shiraishi pun berterima kasih atas bantuan semua orang selama ini , setelah itu Umezawa -san meminta semua orang untuk kembali ke pekerjaannya masing-masing .
Shiroi mendekati Shiraishi jika dia ingin meminta maaf karna malam ini mereka tak bisa melakukan acara perpisahan karna anak Shiroi tiba -tiba sakit hingga semuanya pun berkata tak bisa ikut .
Shiraishi mencoba terlihat baik-baik saja dengan mengatakan jika hal tersebut tak jadi masalah dan lebih baik Shiroi menjaga anaknya saja .
Shiraishi mengepak barang yang akan di bawanya , kemudian menatap meja Miki yang kosong begitu juga meja Sano yang sama kosong .
Shiraishi yang berjalan di loby sedikit merasa iri saat melihat para karyawati yang menggunakan seragam kantor denga wajah tampak bersedih karna tak ada yang mengantar kepergiannya .
Saat Shiraishi berjalan tiba-tiba ada yang memanggil nama Shiraishi yang ternyata adalah Miki .
Miki mendekati Shiraishi dan berkata jika Miki senang karna bisa datang tepat waktu .
Miki kemudian berkata jika beberapa waktu sampai saat ini masih berpikir jika tak ada yang mempercayai dirinya tapi ternyata bukan itu masalah nya karna sebenarnya Miki sendirilah yang tak bisa melihat hal tsb , bahkan Miki sampai tak menyadari jika ternyata ada lebih dari satu orang yang mempercayainya .
Shiraishi diam mendengarkan Miki yang kembali berkata jika Miki takkan pernah melupakan jika Shiraishi mempercayai dirinya , Miki merasa senang karna telah bertemu dengan Shiraishi , untuk terakhir kalinya Miki ingin berkata .
Sebelum Miki melanjutkan perkataannya tiba-tiba ada yang memanggil nama Shiraishi yang ternyata adalah Sano .
Sano langsung mendekati Shiraishi kemudian mengatakan maaf karna tak bisa membantu Shiraishi lebih dengan membungkukkan badan pada Shiraishi .
Sano kembali berkata jika Sano merasa senang saat Shiraishi berada dalam bagian tim .
Shiraishi pun mengucapkan terima kasih atas segalanya pada Sano dengan membungkukkan balik pada Sano .
Sano menepuk bahu Shiraishi dan mengucapkan terima kasih banyak pada Shiraishi , kemudian Sano mengeluarkan surat pengunduran diri yang di buat oleh Miki dan menanyakan apa yang akan Miki lakukan dengan surat tsb .
Miki mengambil surat tsb dan memandanginya lama kemudian merobek surat tsb dan berkata jika Miki takkan mengundurkan diri , karna Miki tak ingin kalah lagi .
Shiraishi berkomentar jika dirinya sudah menyangka jika Miki akan mengatakan hal tsb .
Miki kemudian mengeluarkan bunga dari tas yang di bawanya dan memberikannya pada Miki dengan mengucapkan terima kasih pada Shiraishi atas kerja sama mereka selama ini , Miki dan Sano pun bertepuk tangan untuk Shiraishi .
Shiraishi mengucapkan terima kasih atas apa yang mereka lakukan padanya dengan air mata terharu , kemudian Shiraishi pun berpamitan undur diri pada Miki dan Sano .
Shiraishi kali ini berjalan dengan wajah tersenyum dengan membawa bunga yang di berikan Miki .
Setelah melihat kepergian Shiraishi Sano mengajak Miki untuk segera masuk .
Miki pun mengiyakan dan mengikuti Sano dari belakang .
Miki berkata jika hampir saja dia berpikir telah kehilangan segalanya tapi sebenarnya hal tersebut adalah satu langkah dirinya bisa maju kedepan dan Miki percaya jika segalanya akan berubah dari saat ini , dengan satu langkah perlahan , Miki yakin semua akan di mulai .
Miki yang telah berganti pakaian kembali masuk ke ruangan makanan italy kemudian meminta maaf karna telah datang terlambat pada semua orang yang berada disana .
Miki pun menuju meja kerjanya dan Miki terkejut saat ada tumpukan berkas di meja kerjanya , berkas yang ternyata di berikan oleh Kyoko Shiaishi untuk Miki pelajari , mendapat hal tsb jelas Miki merasa senang .
Lamunan Miki yang tengah merasa senang terganggu saat seseorang masuk ke ruangan yang ternyata adalah Kirino .
Kirino tampak terkejut melihat Miki masih berada disana .
Miki langsung berdiri dan mengucapkan selamat pagi pada Kirino yang baru datang .
Kirino pun menjawab sapaan selamat pagi dari Miki , kemudian masuk ke ruangannya , Kirino yang masuk ke ruangannya tampak tersenyum .
--------------
Miki berjalan di koridor sendirian dan secara kebetulan bertemu dengan Marika yang juga tengah berjalan sendiri .
Marika memulai pembicaraan dengan mengatakan jika Marika takkan mengatakan maaf karna itu adalah aturan dalam percintaan .
Miki yang tampak masih terlihat kesal tak menjawab apa-apa dan langsung meninggalkan Marika begitu saja , dan Marika hanya menatap Miki dengan pandangan penuh menantang pada Miki yang berjalan membelakanginya .
----------
Tiga minggu kemudian
Ai tampak asyik melihat ponsel yang di pegangnya dengan wajah yang tampak senang , lamunan yang terganngu dengan kedatangan Miki yang mengatakan pada Ai jika waktunya sudah hampir tiba .
Miki bertanya kenapa Ai tampak sangat senang .
Ai menjawab jika dia mendapat ucapan semoga berhasil dengan operasinya dari sesesorang .
Mendengar hal tsb Miki hanya tersenyum memberikan semangat pada Ai .
Ai yang tengah menuju ruang operasi dengan di dorong oleh Miki bertanya pada Miki apakah Miki sudah berbaikan dengan Nakahara .
Mendengar pertanyaan tsb dari Ai , Miki hanya tersenyum tak menjawab .
Ai kemudian berkata jika Nakahara sangat mencintai Miki , karna Nakahara mengatakan jika dia telah melukai Miki tapi tetap saja Miki adalah hal terpenting bagi Nakahara , maka pergilah ke tempat Nakahra karna saat operasi beraskhir Miki masih berada disini maka Ai akan marah pada Miki .
Pernyataan Ai yang tak begitu di gubris oleh Miki yang hanya fokus mendorong Ai .
Operasi Ai pun di mulai dan Miki menunggu di ruang di kursi tunggu di depan ruang operasi dan Miki tampak memikirkan sesuatu .
Hingga tak lama kemudian lampu tanda operasi berlangsung meredup tanda operasi telah selesai , Miki langsung berdiri untuk menyambut dokter yang keluar dari ruang operasi .
Dokter yang mengoperasi Ai berkata jika Operasinya berjalan lancar tanpa masalah .
Mendengar hal tsb Miki langsung membungkukkan badan sebagai rasa terima kasih Miki pada dokter tsb .
Miki keluar rumah sakit dan memandangi hp nya dan tampak berpikir lama hingga akhirnya Miki memutuskan untuk mengirim sms ke Nakahara .
" Aku ingin bertemu dan berbicara dengan mu secara langsung "
Nakahara yang tengah melamun tersadar sadar saat mendengar ponselnya bergetar dan Nakahara langsung membukanya saat melihat siapa yang mengirimnya , yaitu dari Miki , melihat isi sms dari Miki , wajah Nakahara yang asalnya kusam menjadi sumringah .
Kejadian yang ternyata di lihat oleh Marika yang memperhatikan Nakahara dari kejauhan .
Nakahara tampak bergegas keluar setelah jam kerja selesai tapi saat akan keluar tiba-tiba Marika memanggilnya dan berkata ingin berbicara sesuatu dengan Nakahara .
Miki mendatangi sebuah restoran untuk menemui Nahara .
Sementara itu Nakahara masih bersama Marika yang katanya ingin membicarakan sesuatu pada Nakahara.
Marika memulai perbicangan dengan mengatakan jika Marika selalu menyukai Nakahara , maka saat Nakahara mengatakan jika Nakahara tak mengingat apapun yang terjadi itu membuat Marika merasa sedih tapi hal tsb tak jadi masalah karna Marika tahu jika Nakahara memang menyukai Miki dan lebih dari itu Marika tak ingin menambah masalah bagi Nakahara .
Mendengar hal tsb Nakahara meminta maaf pada Marika karna dirinya tidak bisa menerima perasaan Marika .
Marika mengatakan jika itu tak masalah tapi ....
Marika meninggalkan Nakahara sebelum menyelesaikan perkataanya , tapi kemudian Marika menghentikan langkahnya dan berbalik untuk melihat Nakahara kembali .
Marika kemudian mengatakan jika hal tsb telah terjadi dan saat ini dirinya tengah hamil.
Pernyataan Marika yang membuat Nakahara terkejut setengah mati .
Miki yang masih menunggu Nakahara terus melirik ponselnya menunggu sms atau telpon dari Nakahara .
Pada akhirnya Miki memilih pulang karna ternyata Nakahara tak kunjung datang , saat Miki dalam perjalanan pulang Miki mendapat telpon dari Nakahara tapi saat di angkat Nakahara hanya diam .
Tapi tak lama kemudian Nakahara mulai bicara dengan mengucapkan maaf pada Miki karna tak datang menepati janji dengan Miki .
Miki menjawab tak apa-apa .
Nakahara kemudian mengatakan jika dirinya ingin mengatakan sesuatu pada Miki .
Miki bertanaya apa yang ingin di katakan Nakahara .
Nakahara kemudian berkata jika dirinya...tak bisa lagi .....bersama dengan Miki .
Mendengar hal tsb Miki hanya diam terpaku saking terkejutnya tak percaya dengan apa yang telah Nakahara katakan .
Bersambung ke episode 6 part-1
Komentar : Di episode ini Marika sudah menunjukkan taringnya pada Miki untuk bersaing mendapatkan Nakahara dan Miki baru saja bisa bernapas lega dari masalah pekerjaannya kini harus mengahadapi masalah kisah cintanya yang mulai rumit , kasihan juga ya kalau jadi Nakahara yang mengalami dilema antara cinta dan bertanggung jawab .
Tinggal 3 episode lagi , tetap kuat dan semangat ngusir rasa malas yang sering datang buat ngga ngelanjutin sinopsis ini .
No comments:
Post a Comment